Oleh: H.F. Merdeka
Untuk: Remy Sylado
Seseorang yang bernama mirip tangga nada bertanya -kuanggap kepadaku-
Kalau
Chairil Anwar
binatang jalang
Di blok apa
tempatnya
di Ragunan?
Binatang jalang tak dikurung.
26 August 2008
23 76i
Oleh: H.F. Merdeka
Untuk: Remy Sylado
Aku bertanya kepada seseorang yang bernama mirip tangga nada
orang-orang menuliskan namamu: 23 761
bolehkah aku mengubahnya dengan: 23 76i
aku biasa nada tinggi
Untuk: Remy Sylado
Aku bertanya kepada seseorang yang bernama mirip tangga nada
orang-orang menuliskan namamu: 23 761
bolehkah aku mengubahnya dengan: 23 76i
aku biasa nada tinggi
Ketika Setanku Berpuisi
Oleh: H.F. Merdeka
Sebuah subuh aku menulis puisi
04:44
jam dinding menunjukkan eksistensi diri
Azan berbunyi
Aku belum berhenti
Azan lewat
Aku belum beranjak dari mesin tik
Pikirku, setanku yang tengah menulis puisi
Aku beranjak dari setanku
Aku berlabuh dari puisiku menuju tempat wudhu
Sebuah subuh aku menulis puisi
04:44
jam dinding menunjukkan eksistensi diri
Azan berbunyi
Aku belum berhenti
Azan lewat
Aku belum beranjak dari mesin tik
Pikirku, setanku yang tengah menulis puisi
Aku beranjak dari setanku
Aku berlabuh dari puisiku menuju tempat wudhu
21 August 2008
Hanya Hitam dan Putih
Oleh: Resty Falinedel
Samar-samar pandanganku diselubungi kabut
Entah apa yang ada di hadapanku
Entah apa yang ada di belakangku
Semua semakin samar-samar
Bola mataku kian membulat
Berusaha tuk melihat lebih jelas
Tapi semua tetap saja sama
Semua semakin samara-samar
Bagaimana aku bisa melukiskan
semua yang ada di hadapanku?
Yang kulihat hanyalah hitam dan putih
Yang semakin samar-samar
Ingin kugoreskan banyak warna
di permukaan kanvasku
Tapi aku hanya mengenal dua warna
Hitam, putih…
Samar-samar pandanganku diselubungi kabut
Entah apa yang ada di hadapanku
Entah apa yang ada di belakangku
Semua semakin samar-samar
Bola mataku kian membulat
Berusaha tuk melihat lebih jelas
Tapi semua tetap saja sama
Semua semakin samara-samar
Bagaimana aku bisa melukiskan
semua yang ada di hadapanku?
Yang kulihat hanyalah hitam dan putih
Yang semakin samar-samar
Ingin kugoreskan banyak warna
di permukaan kanvasku
Tapi aku hanya mengenal dua warna
Hitam, putih…
Pada Matahari
Oleh: Resty Falinedel
Yth. Matahari Sang Raja Siang
di
Pusat Tata Surya
Melalui surat ini saya sampaikan kepada Sang Raja Siang bahwa saya merasa sangat terganggu oleh pancaran sinar anda.
Oleh sebab itu saya mohon agar Sang Raja Siang berkenan untuk tidak menyinari dunia saya.
Atas perhatian Sang Raja Siang saya mengucapkan terima kasih.
Tertanda
Penguasa Kegelapan
Woi…!!!
Matahari!!!
Kenapa kamu muncul lagi pagi ini?
Aku baru saja menikmati gelapku
Heh!!!
Cahayamu menyilaukan mata suramku
Ingin aku menyirammu
Mengguyurmu dengan lautan hitam
Agar nyalamu padam tak
bersinar
Matahari!!!
Aku benci terangmu itu
Kau menelan hitam pekat kegelapanku
Aku tak mau lagi melihat nyalamu itu
Pergi! Pergilah! Menjauh dariku!!!
Biarkan aku terlelap dalam kegelapan
Menikmati hitamnya duniaku…
Yth. Matahari Sang Raja Siang
di
Pusat Tata Surya
Melalui surat ini saya sampaikan kepada Sang Raja Siang bahwa saya merasa sangat terganggu oleh pancaran sinar anda.
Oleh sebab itu saya mohon agar Sang Raja Siang berkenan untuk tidak menyinari dunia saya.
Atas perhatian Sang Raja Siang saya mengucapkan terima kasih.
Tertanda
Penguasa Kegelapan
Woi…!!!
Matahari!!!
Kenapa kamu muncul lagi pagi ini?
Aku baru saja menikmati gelapku
Heh!!!
Cahayamu menyilaukan mata suramku
Ingin aku menyirammu
Mengguyurmu dengan lautan hitam
Agar nyalamu padam tak
bersinar
Matahari!!!
Aku benci terangmu itu
Kau menelan hitam pekat kegelapanku
Aku tak mau lagi melihat nyalamu itu
Pergi! Pergilah! Menjauh dariku!!!
Biarkan aku terlelap dalam kegelapan
Menikmati hitamnya duniaku…
Subscribe to:
Posts (Atom)