Pages

Showing posts with label Idealis Religi. Show all posts
Showing posts with label Idealis Religi. Show all posts

18 July 2010

BBM, YM, Email, FB, TWIT dan maksimalkan hidupmu tanpa keyakinan.

aku punya smartphone, aku genggam dan aku bawa kemanapun.
setiap email dan pemberitahuan yang lainnya masuk aku selalu terbelalak dan tak berhenti menghebohkan diri.
aku memutuskan untuk selalu terkoneksi dengan dunia.

akulah smartphone, aku di genggam dan dibawa kemanapun.
tanpa mereka sadari aku lelah memberitahu mereka untuk berhenti menatapku.
aku memutuskan koneksi mereka dengan keyakinannya.

Sudahkan anda berniat?

Kata mereka sholatlah kamu sebelum di sholatkan.
tapi bagiku sholatlah kamu jika niat itu telah ada.
sebab jika dunia mulai gelap kehilangan daya,
belum tentu para penyolat dapat dipertanyakan
ke-khusukan mereka!

26 August 2008

Ketika Setanku Berpuisi

Oleh: H.F. Merdeka

Sebuah subuh aku menulis puisi
04:44
jam dinding menunjukkan eksistensi diri

Azan berbunyi
Aku belum berhenti

Azan lewat
Aku belum beranjak dari mesin tik

Pikirku, setanku yang tengah menulis puisi
Aku beranjak dari setanku
Aku berlabuh dari puisiku menuju tempat wudhu

06 August 2008

Izinkan Aku Sembahyang Sekali Saja

Oleh: H.F. Merdeka

Kau ada dalam subuhku
Duduk berkuasa di atas pundakku
Menahan tubuhku agar tak terjaga

Kau selalu ada setiap zuhurku
Menjelma menjadi kesibukan dunia
Hingga asharku

Dalam magribku kau mematut diri habis-habisan
Membawaku berjalan-jalan

Oh, tidak!
Mengapa kau masih setia saja menemaniku hingga isya?
Merangkulku dalam kehangatan kasur empuk nan menghilangkan penat

Setanku yang manis,
tolong, izinkan aku sembahyang sekali saja
Setelah itu kau boleh menggodaku lagi

25 July 2008

Dua Hariku Tanpa Al-Qur'an

Oleh: H.F. Merdeka
20 Juli 2008

Dua hari aku tidak membuka Al-Qur'an
Setelah setan merasukiku lagi

Dua hari aku tidak membuka Al-Qur'an
Dua hari aku dikurung bingung
"Tidak bertahan lama lagi?"
Dua hari aku dimakan bosan

"Berapa lama aku harus dipistol tolol?"
dor... dor... dor...
Bahkan ketika nadaku masih cempreng
Bang... bang... bang...

Sudahlah, dua hari sudah berlalu
Mari memulai wisata baru
Kubuka ayat-ayat setelah isya
dengan cemprengku, aku tetap bergairah

Aku semakin bahagia
Ketika akhirnya kubaca di halaman paling bawah
"Juz 1 berakhir di sini."