Recent Posts

10 November 2009

TATAPAN YANG TAK DAPAT KUMENGERTI

by ; Resty Urfalina Jalil

Ketika hati ini menghilang

Haruskah jiwaku tinggalkan tempatnya di saat yang bersamaan?

Kenapa hanya ada jasadku di sini?

Dan kulihat ia menatapku

Tatapan macam apa itu?

Bukan keteduhan yang berpendar

Bukan juga ketulusan yang menembus mataku

Tatapan bencikah?

Tatapan penuh amarahkah?

Tatapan kosongkah?

Ataukah tatapan tajam yang menikam jantungku?

Yang pasti itu bukan tatapan dengan nada kasihan

Dustakah nyanyian yang terdengar tulus itu?

Atau hanya aku yang salah mendengar?

Tapi yang pasti aku tidak tuli

Dan aku yakin aku tidak salah mengartikan nyanyian itu

Munginkah para bintang dapat berubah menjadi kabut hitam?

Yang ku tahu cahaya yang begitu terang

tidak mungkin menjadi kabut yang tak bermakna

dan yang pasti para bintang tak pernah berhenti bersinar

begitu juga denganmu, bintang paling terang

lalu kenapa hanya ada jasadku di sini?

Jasadku tanpa hati

Jasadku yang telah ditinggalkan oleh jiwaku

Sedangkan malam perlahan mulai meleburkanku

Dan kulihat ia menatapku dengan tatapan yang tak dapat kumengerti…

07 September 2009

Ma, Aku Ingin Ganti Nama

Ma, aku ingin ganti nama
Berat betul aku memikul nama yang kau beri

Katamu biarlah sebagai doa
Tapi kenapa sudah hampir 19 tahun doa itu tak kunjung dijawab

Maka itu biar aku ganti nama ya, ma
Agar aku tak keberatan di nama
Biar aku punya doaku sendiri

02 September 2009

Wasiat

Oleh: H.F. Merdeka

Aku telah memberikan engkau sebuah surat
Berisi panduan yang akan mengantarkanmu sampai tujuan
Tolong dibaca segera!

Tenang saja
Surat itu turun dari langit
Wasiat dari Tuhan kita
Tidak usah terlalu kau cermati
Apakah engkau meragukan kecermatan Tuhan

Maka itu, tolong segera dibaca!

Setelah itu kau ambil ransel ini
Ia lah yang akan mengantarkamu sampai tujuan, surga yang engkau idam-idamkan

19 August 2009

Menganga

Oleh: H.F. Merdeka

Seorang anak berteriak di bawah ketiak emaknya, "anjing!"
Si emak kaget mendengar kata umpatan dari bibir mungil
"Mak! Anjing! Lari mak!"
Binatang kelam berkaki empat berlari cepat
Emak dan anak hanya berkaki dua, namun berlari tak kalah cepat
Laju. Laju. Laju...

Emak tersudut
Anak tersudut

Anjing berhenti, menarik nafas, sambil menatap tajam kedua manusia yang terjepit di antara tebing dan anjing

Anjing sesak nafas
Anak sesak nafas
Emak sesak nafas
Emak, anak, anjing sesak nafas.

Dor!
Anjing mati ditembak pemburu dari belakang
Emak menganga
Anak menganga
Anjing menganga. Mati menganga
Pemburu itu?

21 July 2009

Tinggal selamanya

jari jariku bersiap di atas kertas
menulis nama dan kisah tentang kita
terangnya cahaya lampu membuat mataku silau
terkadang buyarkan semua kata yang telah kurangkai

ini tentang kita, tentang apa yang kita lalui
dan bagaimana caramu mengakhiri semuanya
seperti seekor pipit mungil wajahmu
membutakan hasrat kecurigaanku padamu


betapa seorang wanita yang tiap harinya bersamaku
memeluk dan tidur disampingku, menghirup udara yang sama denganku
kita hitung tiap lembaran kertas yang kau tulisi namaku
ku usap tangan mungilmu yang bertuliskan namaku
hasil sayatan pertamamu saat tak kuat ingin memelukku
dan berakhir sudah dengan air mata yang menetes tidak untukku

catatan ini takkan berakhir begitu saja
saat kau koyakkan maka saat itulah dia tinggal selamanya