Pages

06 October 2008

Izinkan Aku Mati Sekali Saja

Oleh: H.F. Merdeka

Aku sadar dalam lamunanku
Ketika badan telah terendam keringat air mata
Berenangku ke tepi danau

Di malam aku berbuat dosa
Di malam aku ingin mati saja

Agar tiada lagi dosa
Biarlah aku di neraka

Aku hanya tak ingin mengkhianati siapa pun
Termasuk Engkau, Tuhanku

Sekali aku berbuat dosa
Maka seterusnya aku terbawa
Dan aku tetap jauh
Dan aku tetap berkhianat
Dan aku adalah laknat

Tak ada yang bisa kuperbuat selain dosa
Sedang aku tak sedikitpun mencari pahala
Sungguhpun aku tak harap surga
Kuhanya ingin menyembah karena Engkau memang pantas disembah
Sedang aku tetap berbuat dosa
Lagi-lagi dosa...!

Izinkan aku mati saja Tuhan
Ketika aku berbuat dosa
Izinkan aku mati, sekali... saja
Agar aku tak berbuat dosa
Walau aku dicampakkan ke neraka

22 September 2008

Aku Indonesia

Oleh: H.F. Merdeka

Aku adalah Indonesia
Aku adalah Indonesia yang bersuara

Aku hidup di antara 2 samudra
Aku hidup di antara 2 benua

Dulu aku indah
Dulu, orang-orang menyebutku begitu
Separuh nyawa, mereka berusaha merebut kedaulatanku yang dijajah.
Mereka berkorban jiwa raga untukku yang tertindas.

Dulu aku berharga
Dulu, belum lama, mereka mati-matian mempertahankanku
Dari pemberontakan dan PKI
Mereka menjaga warisan Soekarno, Bung Hatta, Sjahrir, dan pahlawan tangguh yang rela mati bertaruh nyawa.
Aku dibawanya ke dalam hati mereka.
Ke dalam semangat.
Mereka bergairah mempertahankan keutuhanku.

Kini aku tiba-tiba lain
Soekarno, Bung Hatta, Sjahrir, dan pahlawan tangguh yang rela mati bertaruh nyawa, benar-benar telah mati. Bahkan jiwanya.
Mereka tidak lagi menjaga Soekarno, Bung Hatta, Sjahrir, dan pahlawan tangguh yang rela mati bertaruh nyawa.

Mereka mencaciku
Mereka mencaci warisan Soekarno, Bung Hatta, Sjahrir, dan pahlawan tangguh yang rela mati bertaruh nyawa dulu
Mereka menghinaku
Mereka menghina warisan Soekarno, Bung Hatta, Sjahrir, dan pahlawan tangguh yang rela mati bertaruh nyawa dulu
Mereka menginjak-menginjakku
Mereka menginjak-menginjak warisan Soekarno, Bung Hatta, Sjahrir, dan pahlawan tangguh yang rela mati bertaruh nyawa dulu
Mereka Menghianatiku!
Ya, mereka mengkhianatiku, sebuah warisan paling berharga yang diberikan Soekarno, Bung Hatta, Sjahrir, dan pahlawan tangguh yang rela mati bertaruh nyawa dulu

Dulu, aku ingat, pemuda yang menamai dirinya sebagai bangsaku, memujaku, mengelu-elukan namaku.
Mereka mencintaiku.
Mereka merangkai aku dalam semangat kemerdekaannya.
Mereka menghadiahkan sumpah pemuda kepadaku.
Ah... sungguh indah...

Tapi pemuda itu kini telah mati
Sekarang tinggal pemuda berhati keji
Tidak ada lagi kado sumpah pemuda untukku.
Kecuali kado sumpah serapah!

Semua telah berubah
Semua telah berbeda bagiku
Aku adalah Indonesia
Aku ini adalah Indonesia yang bersuara
Walau tidak bisa berbuat apa-apa atas sumpah dan serapah pemuda dan jiwa-jiwa yang lahir dipangkuanku

Mengeja Merdeka

Oleh: H.F. Merdeka

Orang berada mengeja merdeka dengan m-e-r-d-e-k-a-!
Orang tak punya diajarkan (baca: dipaksa) mengeja merdeka
dengan m-e-r-a-n-a-.-.-.

Keranda

Oleh: H.F. Merdeka

Setangkai kerangka rapuh terbujur kaku di atas keranda
dengan mulut menganga dan tubuh penuh luka

Mata-mata kosong menggotong bangkai manusia
dengan mulut terkatup dan hidung tertutup

Mata-mata kosong yang lain hanya menatap kosong
beberapa, tidak mempedulikan
beberapa, merapatkan bibir
beberapa, menyipitkan mata
beberapa, menyumbat hidung
beberapa, mengernyitkan kulit kepala

Setangkai bangkai rapuh terjuntai kaku di atas keranda
memakai jas
Telpon genggam, bersebalahan dengan dompet dan kunci mobil
di saku celana

Setangkai mayat rapuh ditambat disangkutkan ke liang lahat
Mata-mata kosong penggotong keranda meninggalkan mayat pejabat bejat terdampar di liang lahat
darah merangsek tanah
bibir menjadi gua cacing tanah

Alam yang akhirnya jua menguburkan
Setelah belatung mengerat
Sehabis pisau di dada berkarat

10 September 2008

Aku dan Kebosananku

Oleh: Resty Falinedel


Aku berada di sini

dengan kebosanan menemaniku

Aku bosan menatap orang-orang

yang bertingkah seperti orang-orangan

Aku bosan menyaksikan tarian pepohonan

Aku bosan mendengar teriakan kemunafikan

Aku bosan mengetahui kebenaran

sedangkan orang-orang menyalahinya

Aku bosan dengan pikiranku

yang selalu merasa bosan pada kebosanan

Dan kebosanan telah bosan menemaniku…