Pages

09 February 2011

Di Sesuatu

Oleh: H. F. Merdeka

Seperti tanda yang kuhantarkan di permukaan langit
Seperti rindu yang kuhembuskan ke daratan bumi

Tiada pasti wahai kau tempatku berada
Seseorang, di sesuatu

Diam menyelinap dari jendela. Hujan turun meninggalkan bulan
Dan aku terperangkap dalam penjara arsitek diriku.

18 July 2010

Sepi itu tidak berjudul...

Aku tidak ingin terjatuh dalam kesepian, lebih baik aku bungkam mulut ini dan memutuskan tidak bersuara daripada sepi. Setiap sisi hidupku ingin ku pasangi bohlam yang paling terang, agar setiap tepian hidupku terang. Dan biarlah ditengah hanya samar, ditempat aku berada.

Biarlah aku berhenti tersenyum, selama itu pula aku mendapat senyuman. Dan aku pun tidak berguna untuk tersenyum atau membuat senyuman. Sesuatu yang indah dari hidupku biarlah ada di tepian. Dan aku tetap akan samar ditengah tempat aku terlelap.

Yang aku butuhkan bukan disini tepat di jantungku. Aku butuh darah di seluruh tubuhku maka aku jauh dari sekarat, akupun jauh dari liang lahat. Jantung ini apalah, hanya tempat kalian singgahi. Dan yang ku mau bukan yang disinggahi……...yang menyinggahi...

BBM, YM, Email, FB, TWIT dan maksimalkan hidupmu tanpa keyakinan.

aku punya smartphone, aku genggam dan aku bawa kemanapun.
setiap email dan pemberitahuan yang lainnya masuk aku selalu terbelalak dan tak berhenti menghebohkan diri.
aku memutuskan untuk selalu terkoneksi dengan dunia.

akulah smartphone, aku di genggam dan dibawa kemanapun.
tanpa mereka sadari aku lelah memberitahu mereka untuk berhenti menatapku.
aku memutuskan koneksi mereka dengan keyakinannya.

Sudahkan anda berniat?

Kata mereka sholatlah kamu sebelum di sholatkan.
tapi bagiku sholatlah kamu jika niat itu telah ada.
sebab jika dunia mulai gelap kehilangan daya,
belum tentu para penyolat dapat dipertanyakan
ke-khusukan mereka!

11 May 2010

Tanpa

Oleh: H. F. Merdeka

Mencari kata di sela-sela tanah dan sepatu
Pergi, tidak menemukan apa-apa