Pages

04 September 2008

Negeri Sang Pelacur

Oleh: H.F. Merdeka

Suatu ketika, ternobatlah sebuah negara sebagai negara paling hancur
Suatu ketiak, beribu bau memburu seluruh penjuru

Terkisah tak hanya pelacur yang melacur
Tersiksa tak hanya istri makan hati, tapi juga manusia tak ber-money

Pemimpin melacurkan citra kepercayaan
Pesohor melacurkan identitas
Penimbang norma melacurkan keadilan
Sedangkan aku melacurkan pemikiran

Tersebutlah negeri itu Negeri Sang Pelacur
Terkisah tak hanya pelacur yang melacur

28 August 2008

Nafas yang Tertinggal

Oleh: Resty Falinedel

Kau pergi, aku di sini

Kau jauh di sana, aku di sini

Tanpamu aku terikat di sini

Terikat sepi…

Waktu memasungku

Berantai kerinduan di tangan dan kakiku

Sedangkan hatiku memanggilmu tuk kembali

Tidakkah kau sadari?

Ada yang tertinggal di sini, bersamaku

Andai saja kau dapat kembali

Akan kuhembuskan nafas yang tertinggal

Agar jantungmu berdenyut lagi …

Lautan Birumu

Oleh: Resty Falinedel


Siapa yang mengerti bisikan riak ombak?

Aku merindukanmu

Perjalanan gelombang-gelombangnya?

Penuh garam dan asin

Suara hempasannya di bebatuan karang?

Terasa begitu sakit, perih

Dan amukannya saat tiba di garis pantai berpasir?

Kemarahan yang merah

Bahkan angin yang menyapa puncak cemarapun tak pernah tau

Bingung menyaksikan dunia

Sedangkan awan yang menggelantung

tetap setia mengawasi dari atas sana

tanpa mengerti apa-apa

Tanpa mengerti apa-apa

Hanya aku yang mengerti lautan birumu

Aku dan Kalian

Oleh: Resty Falinedel


Tertiup sang bayu

Debu di terik panas beterbangan

Kemana bertiup ke sana ia pergi

Berputar mengikuti tiupannya

Tanpa ada yang peduli

Debu memang tak pernah berarti

Tak pernah terlihat

Tak pernah dihiraukan

Dan terabaikan

Akulah debu

Sedangkan kalian semua adalah taik…

hack,hack,hack...

26 August 2008

Andai Tuhan Khilaf

Oleh: H.F. Merdeka
Untuk: Ch. Anwar dan karya-karyanya yang tak 'kan pernah mati

Andai Tuhan khilaf
dan aku lahir jauh sebelum aku lahir

Andai Tuhan khilaf
dan aku tidak menetas di tahun 90
tapi 45

Ya, andai Tuhan khilaf
Aku pasti mendengar langsung soekarno berproklamasi
Aku pasti mendengar gemuruh bom atom yang ngeri
Aku pasti melihat sang Chairil
atau paling tidak bangkai binatang jalang yang kutangisi

Andai Tuhan khilaf
Sayang, Tuhan tidak khilaf